Pernahkah Anda merasa badan pegal-pegal atau asam lambung naik saat sedang stres berat? Sebagai praktisi yang sering membedah jurnal kesehatan, saya sering menemukan bahwa banyak orang masih menganggap kesehatan mental dan fisik adalah dua hal yang terpisah. Padahal, berdasarkan riset mendalam dari jurnal The Lancet yang baru saja saya bedah, ada satu kalimat kunci yang harus kita ingat: "No health without mental health" (Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental).
Apakah kesehatan mental mempengaruhi kesehatan fisik?
Ya, kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik karena keduanya terhubung melalui mekanisme biologis dan perilaku. Gangguan mental seperti depresi dan kecemasan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (seperti jantung dan diabetes) serta penyakit menular (seperti HIV dan TB), sekaligus memperburuk proses penyembuhan pasien.Saat saya mendalami jurnal ini, saya cukup terkejut melihat betapa besarnya dampak gangguan jiwa terhadap beban penyakit global. Bukan hanya soal "perasaan", tapi ini soal nyawa dan kualitas hidup jangka panjang.
Mengapa depresi bisa membuat penyakit jantung dan diabetes makin parah?
Berdasarkan pengalaman saya mengamati data klinis, hubungan ini bersifat dua arah. Orang yang mengalami depresi cenderung memiliki perubahan biologis seperti peningkatan hormon kortisol (hormon stres), peradangan, dan gangguan metabolisme yang memicu diabetes tipe 2.Di sisi lain, orang yang sakit fisik kronis seringkali kehilangan semangat hidup, yang berujung pada depresi. Jurnal ini mencatat bahwa penderita diabetes yang juga mengalami depresi biasanya lebih sulit mengatur pola makan dan jarang berolahraga, sehingga komplikasi penyakitnya jauh lebih cepat memburuk.
Apa hubungan kesehatan mental ibu dengan stunting pada anak?
Satu hal yang jarang dibahas namun sangat krusial dalam riset ini adalah dampak kesehatan mental ibu terhadap pertumbuhan anak. Ibu yang mengalami depresi selama masa kehamilan atau setelah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak dengan kondisi stunting (kurang gizi kronis).Di negara seperti Pakistan dan India (yang konteksnya mirip dengan Indonesia), bayi dari ibu yang depresi berisiko 4 kali lebih besar untuk kekurangan berat badan. Mengapa? Karena ibu yang sedang berjuang dengan kesehatan mentalnya mungkin mengalami kesulitan dalam memberikan nutrisi terbaik atau stimulasi yang cukup bagi bayinya. Ini adalah alasan kuat mengapa kesehatan mental harus masuk dalam program kesehatan ibu dan anak kita.
Bagaimana cara mulai peduli pada kesehatan jiwa?
Dari kacamata saya sebagai praktisi, langkah pertama adalah menghentikan stigma. Mengunjungi psikolog atau psikiater bukan berarti "gila", melainkan bentuk perawatan diri agar fisik kita tetap kuat. Jurnal ini menegaskan bahwa mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke puskesmas atau rumah sakit umum adalah kunci untuk menurunkan angka kematian global.Ingat, saat Anda menjaga pikiran, Anda sebenarnya sedang melindungi jantung, paru-paru, dan seluruh organ tubuh Anda.